Umar bin Abdul Aziz ra, khalifah termasyhur dalam Bani Umayyah, suatu kali jatuh cinta pada seorang gadis, namun istrinya Fatimah binti Abdul Malik tak pernah mengizinkannya menikah lagi. Suatu saat dikisahkan bahwa umar mengalami sakit akibat kelelahan dalam mengatur urusan pemerintahan. Fatimah pun datang membawa kejutan untuk menghibur suaminya. Ia menghadiahkan gadis yang telah lama dicintai umar, begitupun si gadis mencintai Umar. Namun Umar malah berkata:" Tidak! ini tidak boleh terjadi. Saya benar-benar tidak merubah diri saya kalau saya kembali kepada perasaan semacam itu. Umar memenangkan cinta yang lain, karena ada cinta di atas cinta. Akhirnya ia menikahkan gadis itu dengan pemuda lain. Tidak ada cinta yang mati di sini, karena sebelum meninggalkan rumah Umar, gadis itu bertanya," Umar! dulu kamu pernah mencintaiku, tapi kemanakah cinta itu sekarang?" Umar bergetar dan haru, tapi ia kemudian menjawab, " Cinta itu masih tetap ada, bahkan kini rasanya lebih...
Sabar adalah salah satu terapi penyakit hati. Kata sabar mudah diucapkan namun aplikasinya dalam kehidupan butuh kesungguhan. Sabar adalah tindakan menahan diri dari hal-hal yang ingin dilakukan, menahan diri dari emosi, dan bertahan serta tidak mengeluh pada saat sulit atau sedang mengalami musibah. Untuk bisa bersabar dibutuhkan kelapangan hati juga ketabahan, kedua hal tersebut merupakan satu kesatuan yang harus dilewati untuk bisa berada dijalan Allah. Kualitas diri seseorang untuk tetap bersabar terbentuk dari seberapa kuatnya seseorang untuk tetap bersabar. Semakin sabar seorang hamba maka akan semakin kuat dalam melewati setiap cobaan. Sabar sendiri maknanya sangat luas, tidak hanya menahan diri dari hal - hal yang tidak sesuai aturan Allah SWT, namun juga menahan diri dari nafsu, menahan diri saat di beri kelapangan maupun tatkala dihadapkan dalam situasi yang sempit. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa "Kesabaran dan keimanan sangat berkaitan erat ibarat kepala dan tubuh , jika...
Manusia hanyalah pengendara di atas punggung usianya, di gulung hari demi hari, bulan dan tahun tanpa terasa. Nafas kita terus berjalan seiring berjalannya waktu, setia menuntun ke pintu kematian. Sebenarnya dunialah yang semakin kita jauhi dan liang kuburlah yang semakin kita dekati. Satu hari berlalu. Berarti satu hari pula berkurang umur kita. Umur kita yang tersisa di hari ini sungguh tak ternilai harganya. Sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari kita. Karena itu....jika hari berlalu tapi tiada kebaikan dan kebajikan yang kita lakukan, maka akan keringlah batin kita. Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat mati tidak harus tua. Jangan terpedaya dengan badan sehat, karena syarat untuk mati tidak pula harus sakit. Teruslah berbuat baik, bertutur kata baik,dan berprilaku baik, hindari yang tak baik. Walau tak banyak orang yang mengenali kita, tapi kebaikan dan kebajikan yang kita lakukan akan menuntun kita pada kebahagiaan dan akan di kenang oleh mereka yang kita tinggalka...
Komentar
Posting Komentar